Minggu, 27 April 2014

Berjuang Berawal Dari KPRPBL Untuk Pesisir Barat

Memorial ; 

Perjuangan masyarakat Krui untuk menjadikan Daerah sebagai sebuah kabupaten ditahun 2003 saya memulai berjuang dengan bergabung pada Organisasi Masyarakat yang dinamakan Komite Perjuangan Rakyat Pesisir Barat Lampung atau disingkat " KPRPBL" . Saat itu setahu saya KPRPBL diketuai oleh Bung Chairullah, AY dan Sekretaris Umumnya Ustad . Auzai'i Alwi . Pada beberapa pertemuan , disepakati ketika itu akan diselenggarakan sebuah agenda yaitu " SILATURAHMI AKBAR" Masyarakat Krui Pesisir Barat . 



Dalam sebuah rapat internal (KPRPBL) ketua mengambil langkah guna kepentingan organisasi agar lebih sinergik menunjuk saya sebagai sekretaris Umum menggantikan Ustad. Auza'i Alwi dan karena sudah keseakatan dalam forum, maka saya menerima jabatan dimaksud dengan kesanggupan bekerja selaku sekretaris di KPRPBL . Selanjutnya dalam kurun waktu dua bulan saya dan teman - teman menyusun rencana kegiatan dimaksud, guna mempersiapkan agenda " Silaturahmi Akbar Masyarakat Krui " Dengan Tema Krui Menuju Ibukota Pesisir Barat ( Krui disini adalah Pesisir Tengah ) . 



Dengan kebersamaan kami membentuk kepanitiaan guna penyelenggaraan acara dimaksud, dan menyusun anggaran estimasi biaya serta meyusun seluruh perangkat kepanitiaan yang akan menjalankan kegiatan dimaksud , Saya langsung mengambil alih semua tahapan pesiapan atas izin Ketua Umum ketika itu, dan ditemani saudara Mrah Yusuf ( Alm), Saudara Nursin Chandra, kami melakukan upaya penggalangan dana dengan membuat profosal yang ditujukan kepada masyarakat, pengusaha dan pejabat daerah lambar asli Krui atau Pesisir Barat. Ketika itu terkumpul Anggaran atau dana sebesar 11 Juta dan itulah modal untuk menyelenggarakan acara tersebut . 



Tentu banyak sekali hambatan serta rintangan ketika itu, diantaranya saya merasa kuatnya tekanan oleh pihak pejabat lambar ketika itu dalam hal menghambat usaha masyarakat Krui untuk maju. Strategi yang digunakan saat itu sangat keras, dimana karakter masyarakat Krui memang tergolong keras dan lemahnya tawar menawar , sehingga dengan perlawanan pihak - pihak yang berada pada posisi menolak pemekaran sangat kuat, karena mereka juga merupakan masyarakat Krui yang ada di Legislatif termasuk pada posisi tidak mendukung pemekaran Pesisir Barat ( Proode 2004 - 2009) pihak DPRD lambar sangat menatap perjuangan masyarakat hanya sebelah mata . 



Artinya Lahirnya Kabupaten Pesisir Barat merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat Krui dengan Sejuta Hambatan baik kecil maupun besar, akan tetapi semua dijalankan dengan semangat membaja, dan diiringi sebuah keyakinan pasti akan berhasil  . Ketika itu Issu terus dikembangkan sehingga Obor semangat Krui harus jadi Kabupaten Baru senantiasa berkumandang, baik dimedia harian maupun media mingguan , sehingga jatuh pada suatu ketika , sekitar tahun 2004 Bupati Lambar Erwin Nizar Menangkap Issu bahwa KPRPBL harus memiliki Tandingan dan terkondisi ketika itu oleh Erwin Nizar dan terbentuklah P3KPB ( Panitia Persiapan Pemekaran Kabpaten Pesisir Barat ) dimana organisai ini tersusun beberapa tingkatan ( 1) Pengurus Propinsi ) , (2) Pengurus Kabupaten , dimana saya masuk jajaran pengurus kabupaten yang berada di Krui . 


Saya hanya berpikir positif ketika itu, dan demi kemajuan Krui jadi kabupaten saya menerima jabatan seketaris di P3KPB dimana saat itu Saudara Darmansyah Yusi dan Nursin Chandra yang menemui saya di kediaman , Namun setelah berjalan konsef P3KPB menurut penilaian saya berubah haluan, apalagi setelah menerima anggaran dari Kabupaten Lampung Barat ( Berasal dari APBD Lambar, dan saya melihat P3KPB tak lebihnya hanya dimanfaatkan pemerintah untuk menjadi perpanjangan tangan mereka, sehingga saat itu banyak maslah yang timbul bahkan terjadi perang issu dimasyarakat Krui . Dimana P3KPB senantiasa melahirkan konplik dimasyarakat . 


Pada saat itu kinerja P3KPB selalu tidak ada kepastian, sehingga lahir sebuah ketentuan pemerintah ( Moratorium) dimana terjadi pemberhentian sementara proses seluruh pemekaran yang  ada diRepublik Indonesia oleh Pemerintah dan melakukan Evaluasi secara menyeluruh atas daerah Otonomi yang ada, sampai menunggu hasil Pemilu dan Pilpres Tahun 2009 . Akhirnya semau kegiatan terhenti dan alasan yang timbul pihak P3KPB hanya bisa mengatakan dari bulan kebulan. Sementara usulan untuk dana terus dianggarkan di APBD lambar sebanyak 3 ( tiga) Kali penganggaran dengan nilai pertama 1,2 Milyard, Kedua 1,2 Milyard dan ketiga 600 Juta  sudah dizaman bupati Muklis Basri . Namun dengan sekian dana itu Pesisir Barat tidak Lahir Juga , dan yang terparah penyediaan Lokasi Perkantoran Untuk Pesisir Barat juga tidak ada, sehingga bisa disimpulkan bahwa terjadi pembohongan besar - besaran oleh Pihak P3KPB, termasuk saat Tim Depdagri Turun ditahun 2012 pihak P3KPB masih menunjukan lahan tersebut di way nafal dan saat itu saya menantang keras agar pihak P3KPB melalui Saudara Aidin Adlan bisa menunjukan lokasi yang sesungguhnya , bukan hanya dari jauh saja . 

Lantas bagaimana dan apa tindakan masyarakat terhadap arah penggunaan dana dimaksud, sampai saat ini belum ada upaya hukum, kalau masyarakat mungkin tidak memahami namun mungkin masih ada pihak - pihak yang mengerti hukum , akan tetapi belum ada tindakan yang jelas dan akurat dalam mengungkap kemana saja uang sebesar 3Milyard dan termasuk sumbangan masyarakat Krui pada saat itu tidak jelas untuk apa saja . Dan hal ini merupakan Presiden buruk bagi daerah, dan sewaktu saat hal ini harus terungkap secara hukum agar jelas siapa - siapa saja yang mendapat aliran dana ini dan digunakan untuk apa saja . Semoga kedepan masih ada masyarakat Krui atau Intelektual Pesisir Barat yang masih memilki Idealisme guna berani mengungkap maslah ini agar tidak menjadi kebiasaan buruk yang merugikan rakyat . 










 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar